“We shall never notice even how far the ripples of our most simple act will go.”
Awal maret tahun lalu, baik saya dan dia, tidak pernah berhasil menduga apa jadinya hasil dari keputusan kami untuk mempertahankan prinsip masing-masing—dimana akhirnya prinsip kami tidak bisa saling bertemu. Titik penentu, yang membawa perubahan besar dari garis keseharian kami secara keseluruhan. Perubahan bahkan ke setiap aspek terkecil dalam keseharian kami saat ini. Apapun yang kami mungkin duga; nampaknya yang terjadi pun luput dari imajinasi…perjalanan hasil yang bukan gemilang dan tidak juga tragis;--keseharian kami saat ini.
Saat momen saya dan dia itu terjadi, (seperti yang saya catat di jurnal saya tahun lalu) saya memiliki firasat yang meresahkan bahwa ini salah satu momen kecil penentu dalam hidup saya. Tapi tetap saja saya melanjutkan apa yang saya rasa ingin lakukan saat itu.
Dari melamunkan hal sederhana yang terjadi dalam perjalanan personal saya,…saya mulai melantur, mengkhayalkan, apa seperti firasat seperti itu juga muncul, ketika Adam dan Eve berada dalam titik penentu mereka; momen dimana mereka memutuskan untuk memakan Buah Pengetahuan (yang berakhir dengan disembunyikannya Pohon Kehidupan dari pandangan mereka)..?
Sebuah keputusan lugu, yang membuat mereka dan seluruh keturunannya terjebak di neraka yang mereka bangun perlahan, neraka dimana tempat mereka tinggal memanas, dimana makhluk-makhluk firdaus mati satu persatu.
Neraka dimana para keturunan mereka saling memperbudak dan terjebak di dalam sebuah sistem yang mempenjarakan keseluruhan dari bekas taman firdaus.
Sebuah neraka, dimana kita sedang membusuk dan bekerja, sekolah, dan mempekerjakan pekerja hari ini.
Momen yang sama juga terjadi ketika koloni kecil pemburu-peramu tiba di lengkungan subur Timur Tengah, dan menemukan bahwa mereka dapat menanam gandum; bahwa para sapi dan domba akan jinak kepada mereka sekedar dengan terus memberinya makan. Momen dimana mereka memilih untuk menempatkan makanan mereka dimana mereka menginginkannya; momen dimana koloni tersebut memutuskan menjadi petani dan penggembala; layaknya Cain dan Habil. Sama sekali mereka tidak akan pernah membayangkan bahwa keturunan mereka akan melanjutkannya dengan menjadi masyarakat pengeksploitasi, masyarakat industri modern hari ini.
Saat kami berada dalam titik itu, baik saya dan dia masih dapat memundurkan keputusan kami, dan kembali ke pola harian kami yang semula.
Ternyata bahkan dalam sekedar satu tahun setelahnya pun terlalu terlambat untuk mundur. Terlalu banyak hal berubah dari keseharian kami hingga kami sama sekali tidak mungkin kembali.
Saya sadar saya sekedar bernostalgia saat ini.
Sebuah nostalgia, secara keseluruhan tidak bisa mempengaruhi hasil dari keputusan yang telah berlalu.
Namun nostalgia, refleksi ulang ke masa yang lalu ini, apa gunanya sekedar untuk menerima, berdamai dengan yang telah berlalu? Retrospeksi, introspeksi, dan bila ada (serta bisa), memperbaiki kesalahan (bila akhirnya saya simpulkan sebagai hal yang salah) yang telah dilakukan sebelumnya?
Bila memang seperti itu,… apa refleksi kepada perjalanan Eve-Adam, Cain-Habil yang sama sekali tidak bisa kita rubah itu, dapat menginspirasikan apa saja yang harus kita ubah untuk memperbaiki kesalahan yang terlakukan pada sepuluh ribu tahun silam.?
Andai saja refleksi ulang yang satu ini berada dalam tingkatan kompleksitas yang sama dengan kisah cinta, tentunya kita yang tersesat di neraka ini sudah menemukan jalan untuk membangun firdaus diatas reruntuhan neraka…
Selasa, 19 Mei 2009
Selasa, 12 Mei 2009
Sick zombies
Whoever told me that human is holier than any other animals,
they've been telling me lie.
Whoever told me that human's life more important than the life of every other species in the earth,
they must be such a life killer.
Whoever told me that human existence gave blessed progress to the whole earth,
well they must be a dumb fuck.
Whoever been telling me that technology made life's more bearable,
they must have such a void life.
Whoever been telling me that what made human being human is our normative values, materialistic standard, decent behaviors, living behind safe concrete, possessive friendship, rapid-productive life, predictable-safe(/boring) love relationship, our ability to build modern civilization, our 'clever' way to survive (producing-consuming more food, products, than we ever needed--only to give ourselves some faux sense of securities), being A part of The Great Machine...
Well they must be zombies.
crazy, sick, psychopathic zombies; infested with their arrogance, guilt, fear, fear, cock fear, cunt fear, death fear, fear, zombie, holy, sick, 'intelligent', sick, polluted, sick, miserable, sick, void, sick, normative, sick, fetish, sick, frantic, sick, sick, proud, pathetic, sick zombies..
..
When Adam (Human) meets Eve (Knowledge about life), and their losing their innocence;
deciding to be agriculturalist rather than hunter-gatherer/some kind of clever animal.
They might never know, how they just dig a grave to hell for the whole earth.
they've been telling me lie.
Whoever told me that human's life more important than the life of every other species in the earth,
they must be such a life killer.
Whoever told me that human existence gave blessed progress to the whole earth,
well they must be a dumb fuck.
Whoever been telling me that technology made life's more bearable,
they must have such a void life.
Whoever been telling me that what made human being human is our normative values, materialistic standard, decent behaviors, living behind safe concrete, possessive friendship, rapid-productive life, predictable-safe(/boring) love relationship, our ability to build modern civilization, our 'clever' way to survive (producing-consuming more food, products, than we ever needed--only to give ourselves some faux sense of securities), being A part of The Great Machine...
Well they must be zombies.
crazy, sick, psychopathic zombies; infested with their arrogance, guilt, fear, fear, cock fear, cunt fear, death fear, fear, zombie, holy, sick, 'intelligent', sick, polluted, sick, miserable, sick, void, sick, normative, sick, fetish, sick, frantic, sick, sick, proud, pathetic, sick zombies..
..
When Adam (Human) meets Eve (Knowledge about life), and their losing their innocence;
deciding to be agriculturalist rather than hunter-gatherer/some kind of clever animal.
They might never know, how they just dig a grave to hell for the whole earth.
Sabtu, 01 November 2008
Menjamuri Psikologi
Bulan yang sama tahun yang berbeda,.tapi masih dengan deja vu yang serupa, akan paranoia yang terus berulang dengan monster-monster yang terus berganti.
Wujudnya terus berekspansi; mulai dari tokoh-tokoh fiksi hingga 'teman-teman' di dunia busuk ini. Menghantui mimpi-mimpi dan hari, dengan ketakutan yang paling permukaan hingga sudut yang paling mendalam. Rasa klasik akan hari-hari yang terus diseret dengan paksa terus berulang, dengan apologi dan penyangkalan akan mati yang sungguh masih serupa,..serupa banalnya hingga ia bahkan menjadi hantu yang baru.
Ah,..sungguh aku ini seorang penakut yang buruk.
Berulang kali meruap amarah dan semakin membenci hari, diri, dan dunia yang semakin nampak seperti ilusi. Alienasikah ini?
Kemarin-kemarin aku sempat meyakinkan diri bahwa semua ini memang sekedar ilusi...namun sungguh, apakah ada yang sebetulnya nyata? Keyakinan akan sesuatu tidak membuatnya menjadi bukan ilusi. Lompatan lompatan dari dongeng ke dongeng yang memabukkan, yang semakin saja membingungkan. Akankah datang lagi hari dimana semua orang nampak seperti robot-robot yang (lagi-lagi) menakutkan? Mayat-mayat hidup dengan tawa manis yang mekanis, derai tangis yang taktis..
Minat terus berganti seiring bergantinya bentuk teror kegalauan. Waktu kian meruntuh menjadi satu wujud lubang hitam yang menghisap kedalam kekosongan; pun minat akan kehidupan tidak terus berkembang. Seperti tanaman yang sendirian, ia justru semakin melayu.
Nyaris penghujung tahun; angka-angka penanggal yang sama seperti tahun lalu. Tidak ada perkembangan yang signifikan dalam meramu obat demi mengatasi paronia ini.
Lagi-lagi merasa terusir dan kehilangan 'tempat' bernaung yang kini berwujud sekumpulan manusia. Betapa kini mendadak mereka nampak begitu alien dan menyesakkan.
Hari edukasi tipu yang bodoh dan membosankan.
Kemarin itu, datangnya hujan selama dua hari penuh dan terik mentari pada hari berikutnya, membangkitkan sedikit harapan temporer.
Jamur,----ya, jamur! Ia tentu akhirnya akan datang.
Jamur tawa, 'magic mushroom' yang sering disebut-sebut di kisah-kisah klasik itu,, seringkali pada waktu-waktu sebelumnya, ia membangunkan harapan.
Dan benar, datanglah ia ditengah kebosanan akut yang melanda. Bahkan tanpa perlu kutukar dengan nilai tukar produk peradaban yang bodoh itu. Ia datang dengan bebas dan gratis, lagi-lagi dari seorang temanku yang sangatlah baru.
Astaga,-aku sangat butuh mengusir biru!
Maka dengan bantuan sedikit bumbu ia mengisi perutku yang sama sekali tidak diisi makanan sejak hari sebelumnya.
Menit demi menit berlalu,..warna-warni di tellievisiie menari-nari semakin jadi. Tawa membahana dari film pada dvd. Dan jamur ini, sesuai reputasinya,..ia membuaskan imajinasi, warna warni fantasi, denting-denting irama geli yang menggila.... dan persis seperti spiral yang berputar semakin cepat, semua warna dan bunyi itu beradu dan menjadi semakin familiar. Rasa familiar yang saat itu justru aku ingin hindari. Ia menjelma menjadi sosok-sosok diri, manusia, dan hawa-hawa suasana yang memaksa untuk dihadapi.
Sialnya dengan jamur ini, ia selalu memaksa untuk tetap terbangun dan berhadapan dengan hantu-hantu mental yang ingin aku jauhi. Aku meringkuk dalam-dalam. Semua kata berhamburan di kepala. Jerit frustasi menggema di rongga kepala yang terasa seperti bola sepak yang hanya berisi udara. Fisikku menjelma menjadi sekedar bungkus. Sungguh, rasanya semakin nyata saat itu, aku, hanyalah aku. Sama sekali bukan tubuhku, sama sekali bukan imaji yang nampak dariku. Sosok tak berwujud yang mengambang dan terus berotasi dengan gerakan spiral kedalam. Seperti angin beliung mini. Sosok-sosok dan diri-diri yang menghantui ketakutanku memaksaku berkonfrontasi. Kekasih-kekasihku yang terasa semakin seperti imaji tanpa arti dari hari ke hari. Teman-temanku yang diam-diam kuanggap saudara, yang belakangan ini perlahan-lahan menjelma menjadi wujud hantu-hantu baru yang memancing paranoiaku. Kesepian makro yang terus merangsaki diri. Lingkungan yang robotic dan alien. Dunia yang begitu absurd dan menuju kehancurannya sendiri. Masyarakat utopis yang begitu jauh. Berbagai ilusi bodoh yang terus dipercaya orang-orang (yang juga terus mencoba memaksamu untuk ikut mempercayainya), dan perlahan seolah menjadi semakin nyata.
Aku menghabiskan setengah hari dalam kondisi mabuk jamur; - mabuk satu-satunya yang tidak memanipulasi emosimu, namun justru mengaduk-aduk psikologimu, dan membiarkanmu dalam keadaan tetap sadar, hingga kamu dapat mengingatnya.
Sudah malam ketika aku betul-betul dapat memegang kontrol otakku untuk dapat berbicara. Karena memang ketika menjamur, sungguh sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pun ia adalah seorang kekasih. Sangat asing rasanya ketika aku lalu menatap cermin di kamar mandi. Sungguh sulit dipercaya bahwa refleksi cermin itu memaksakan untuk menjadi sosok imaji akan diriku. Ia nampak begitu asing.
Tapi mengusir paranoid ini, menjamur terasa membantu. Rasanya seperti lega dan lebih jernih, seperti baru saja dicuci.
Lelehan hitam di sekitar mataku mengingatkan tadi rasanya aku memang dengan lebih lega dan jujur terus berganti-ganti tanpa pola; antara tangis, diam termangu, dan tertawa. Ekspresi yang terasa tidak hampa karena kejujurannya yang absolut.
Ketika mendapatkan sedikit energi dan kontrol fisik yang perlahan kembali, aku mencoba melakukan beberapa komunikasi (ya, yang termediasi). Meluruskan beberapa hal yang ikut menjadi sumber kembali mengakutnya fase paranoidku, dengan menepiskan keraguan yang kumiliki sebelum menjamur tadi, bahwa jawaban yang kudapat adalah konfirmasi bahwa ketakutanku merupakan kenyataan.
Disamping hasil konfirmasi bahwa ternyata ketakutanku adalah ilusi bukannya kenyataan, betul, jamur magis/ jamur meditasi/jamur khayal ini adalah substansi yang memicu badai psikologis. Tapi yah, badai tidak selalu berakhir dengan depresi yang baru :D hasil badai ini benar-benar mengalahkan antidepressan,--tipe apapun!
Wujudnya terus berekspansi; mulai dari tokoh-tokoh fiksi hingga 'teman-teman' di dunia busuk ini. Menghantui mimpi-mimpi dan hari, dengan ketakutan yang paling permukaan hingga sudut yang paling mendalam. Rasa klasik akan hari-hari yang terus diseret dengan paksa terus berulang, dengan apologi dan penyangkalan akan mati yang sungguh masih serupa,..serupa banalnya hingga ia bahkan menjadi hantu yang baru.
Ah,..sungguh aku ini seorang penakut yang buruk.
Berulang kali meruap amarah dan semakin membenci hari, diri, dan dunia yang semakin nampak seperti ilusi. Alienasikah ini?
Kemarin-kemarin aku sempat meyakinkan diri bahwa semua ini memang sekedar ilusi...namun sungguh, apakah ada yang sebetulnya nyata? Keyakinan akan sesuatu tidak membuatnya menjadi bukan ilusi. Lompatan lompatan dari dongeng ke dongeng yang memabukkan, yang semakin saja membingungkan. Akankah datang lagi hari dimana semua orang nampak seperti robot-robot yang (lagi-lagi) menakutkan? Mayat-mayat hidup dengan tawa manis yang mekanis, derai tangis yang taktis..
Minat terus berganti seiring bergantinya bentuk teror kegalauan. Waktu kian meruntuh menjadi satu wujud lubang hitam yang menghisap kedalam kekosongan; pun minat akan kehidupan tidak terus berkembang. Seperti tanaman yang sendirian, ia justru semakin melayu.
Nyaris penghujung tahun; angka-angka penanggal yang sama seperti tahun lalu. Tidak ada perkembangan yang signifikan dalam meramu obat demi mengatasi paronia ini.
Lagi-lagi merasa terusir dan kehilangan 'tempat' bernaung yang kini berwujud sekumpulan manusia. Betapa kini mendadak mereka nampak begitu alien dan menyesakkan.
Hari edukasi tipu yang bodoh dan membosankan.
Kemarin itu, datangnya hujan selama dua hari penuh dan terik mentari pada hari berikutnya, membangkitkan sedikit harapan temporer.
Jamur,----ya, jamur! Ia tentu akhirnya akan datang.
Jamur tawa, 'magic mushroom' yang sering disebut-sebut di kisah-kisah klasik itu,, seringkali pada waktu-waktu sebelumnya, ia membangunkan harapan.
Dan benar, datanglah ia ditengah kebosanan akut yang melanda. Bahkan tanpa perlu kutukar dengan nilai tukar produk peradaban yang bodoh itu. Ia datang dengan bebas dan gratis, lagi-lagi dari seorang temanku yang sangatlah baru.
Astaga,-aku sangat butuh mengusir biru!
Maka dengan bantuan sedikit bumbu ia mengisi perutku yang sama sekali tidak diisi makanan sejak hari sebelumnya.
Menit demi menit berlalu,..warna-warni di tellievisiie menari-nari semakin jadi. Tawa membahana dari film pada dvd. Dan jamur ini, sesuai reputasinya,..ia membuaskan imajinasi, warna warni fantasi, denting-denting irama geli yang menggila.... dan persis seperti spiral yang berputar semakin cepat, semua warna dan bunyi itu beradu dan menjadi semakin familiar. Rasa familiar yang saat itu justru aku ingin hindari. Ia menjelma menjadi sosok-sosok diri, manusia, dan hawa-hawa suasana yang memaksa untuk dihadapi.
Sialnya dengan jamur ini, ia selalu memaksa untuk tetap terbangun dan berhadapan dengan hantu-hantu mental yang ingin aku jauhi. Aku meringkuk dalam-dalam. Semua kata berhamburan di kepala. Jerit frustasi menggema di rongga kepala yang terasa seperti bola sepak yang hanya berisi udara. Fisikku menjelma menjadi sekedar bungkus. Sungguh, rasanya semakin nyata saat itu, aku, hanyalah aku. Sama sekali bukan tubuhku, sama sekali bukan imaji yang nampak dariku. Sosok tak berwujud yang mengambang dan terus berotasi dengan gerakan spiral kedalam. Seperti angin beliung mini. Sosok-sosok dan diri-diri yang menghantui ketakutanku memaksaku berkonfrontasi. Kekasih-kekasihku yang terasa semakin seperti imaji tanpa arti dari hari ke hari. Teman-temanku yang diam-diam kuanggap saudara, yang belakangan ini perlahan-lahan menjelma menjadi wujud hantu-hantu baru yang memancing paranoiaku. Kesepian makro yang terus merangsaki diri. Lingkungan yang robotic dan alien. Dunia yang begitu absurd dan menuju kehancurannya sendiri. Masyarakat utopis yang begitu jauh. Berbagai ilusi bodoh yang terus dipercaya orang-orang (yang juga terus mencoba memaksamu untuk ikut mempercayainya), dan perlahan seolah menjadi semakin nyata.
Aku menghabiskan setengah hari dalam kondisi mabuk jamur; - mabuk satu-satunya yang tidak memanipulasi emosimu, namun justru mengaduk-aduk psikologimu, dan membiarkanmu dalam keadaan tetap sadar, hingga kamu dapat mengingatnya.
Sudah malam ketika aku betul-betul dapat memegang kontrol otakku untuk dapat berbicara. Karena memang ketika menjamur, sungguh sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pun ia adalah seorang kekasih. Sangat asing rasanya ketika aku lalu menatap cermin di kamar mandi. Sungguh sulit dipercaya bahwa refleksi cermin itu memaksakan untuk menjadi sosok imaji akan diriku. Ia nampak begitu asing.
Tapi mengusir paranoid ini, menjamur terasa membantu. Rasanya seperti lega dan lebih jernih, seperti baru saja dicuci.
Lelehan hitam di sekitar mataku mengingatkan tadi rasanya aku memang dengan lebih lega dan jujur terus berganti-ganti tanpa pola; antara tangis, diam termangu, dan tertawa. Ekspresi yang terasa tidak hampa karena kejujurannya yang absolut.
Ketika mendapatkan sedikit energi dan kontrol fisik yang perlahan kembali, aku mencoba melakukan beberapa komunikasi (ya, yang termediasi). Meluruskan beberapa hal yang ikut menjadi sumber kembali mengakutnya fase paranoidku, dengan menepiskan keraguan yang kumiliki sebelum menjamur tadi, bahwa jawaban yang kudapat adalah konfirmasi bahwa ketakutanku merupakan kenyataan.
Disamping hasil konfirmasi bahwa ternyata ketakutanku adalah ilusi bukannya kenyataan, betul, jamur magis/ jamur meditasi/jamur khayal ini adalah substansi yang memicu badai psikologis. Tapi yah, badai tidak selalu berakhir dengan depresi yang baru :D hasil badai ini benar-benar mengalahkan antidepressan,--tipe apapun!
Jumat, 31 Oktober 2008
Debu ini Sudah Waktunya Musnah
9 juli 2008.
hari ini atmosfir alienasi yang semakin familiar menginvasi lagi. cerita cerita yang sama dibagi tentang kesepian dan kesendirian. Dan kelelahan atas ceria yang dibuat-dibuat. Bulan sabit yang terus berulang dan orang-orang yang mengira mereka satu-satunya yang merasakan hal ini. Ekspansi absinthe yang disebarkan dari tv dan hal-hal yang kau simak setiap hari. :) mimpi yang begitu banyak kau dapat hingga kamu lupa detik ini kamu masih bermimpi.
Selubung gelap sunyi selalu mengundang setiap seluloid untuk memanggil detik-detik usangmu kembali. Ketika kamu setidaknya mengingat semua tidak seperti ini…caramu memandang….
Ada cerita disamping starwars dan cerita-cerita bintang lainnya, di suatu tempat kecil yang kamu bisa lirik di mikroskop angkasa. Satu tempat kecil di angkasa dimana makhluk-makhluknya saling menghipnotis setiap hari. Berbagi pengaruh atas keinginan di dalam untuk hidup lebih hidup dengan berkuasa atas pemimpi yang lain; untuk setidaknya mencicipi rasa sedikit lebih nyata. Tentunya itu kata mereka yang menguasai hipnotis terkuat. Dan tempat ini begitu lucu karena kamu melihat orang-orang yang berjalan dan sibuk setiap harinya sambil terus tertidur, melangkah diatas tanah mereka yang semakin busuk dan bau. Mengutuk dan ada juga yang sibuk menyembah, pada entah apa, dan tentu saja ada juga yang sibuk melakukan keduanya :) dan ada yang berjalan dengan sedikit tersenyum dengan menggiring ratusan yang terbuai rantai ilusi yang ia tanamkan seperti paku, jauh dalam-dalam di otak mereka, jantung mereka, bulir-bulir darah dan oksigen yang menjalankan tubuh mereka,…atau bahkan ada juga yang mencoba merasa nyata dengan memakan yang lainnya. Darah itu begitu manis, mereka merasa ‘ada’. Cinta mereka adalah upaya memiliki yang lainnya,, karena rantai yang menggiring yang lainnya itu juga membuat mereka merasa ada :).
Tempat ini adalah dunia mimpi dimana semua orang sibuk. Dan tentu saja ada yang terbentur entah apa lalu mencoba sebisanya mengangkat kelopak mata mereka walaupun tidak terbiasa, lalu melihat busuk tanah mereka dan terhenyak. Dari jenis ini ada yang mencoba menceritakan pada yang lainnya lalu dianggap sedikit aneh atau bahkan mungkin gila. Ada yang menjadi gila betulan atau mencoba mimpi yang lain sampai mati atau berorganisasi. Mereka ini disebut oleh para pemimpi sebagai kaum pemimpi. Pemimpinya kaum pemimpi. Yang bermimpi bahwa tanah ini tidak nyata, dan berbuat untuk entah apa. Hingga hari ini ada yang berjalan memilih tetap terpejam atau menenggak ludah dan mencoba menikmati hari tanpa menutup mata dan mau tidak mau mencoba membiasakan diri dengan bau busuk tanah mereka dan bangkai orang-orang dan mulai terbiasa membahagiakan diri dengan mata terbuka. Tapi hidup jenis itu secara umum masih dianggap konyol oleh orang-orang dunia mimpi karena mereka seperti mengalienasikan diri. Padahal gedung-gedung bercahaya dunia mimpi yang dibuat para perantai masih bercahaya indah dan nyaman dipijaki,..bodohnya mereka. Tapi tenang saja karena para perantai tentu saja tak kenal lelah mencoba menyelamatkan mereka untuk kembali memejamkan mata mereka dan hangat membuai indah mimpi mereka…
..memeluk ide-ide mereka yang menjadi muak dan marah, dan menggiringnya kembali terlelap sambil sabar membiarkan mereka meneriakkan ide-ide mereka dan mengira mata mereka masih terbuka,,sementara mereka kembali tertidur dan menerima mentah-mentah rantai mereka lagi.
Siang hari begitu membuai hingga gelap datang dan dalam pejaman matanya mereka mulai merasai bau busuk dan merasa sendiri. Tapi tenang karena selalu akan ada cahaya cahaya dan malaikat yang membawa rantai yang mereka hasilkan datang kembali. Membawakan surga kuasa dan rasa penting di setiap karatnya.
Kamu akan terhenyak tersenyum melihat dunia kecil mikroskopis yang menarik ini… oh sistem ilusi mimpi para pemimpi yang begitu lucu…mereka adalah parade pesta tidur yang menarik,. berotasi sama setiap kalanya dengan bahasa-bahasa yang sekedar diganti saja..
Rantai sudah ditebar kembali oleh para pemilik rantai utama yang menggiring paling banyak. Mata yang terpejam akan hampir mustahil untuk melepas rantai itu,ketika sadar keberadaannya saja tidak. :)
Hari ini kumpulan para ‘pemimpinya pemimpi’ (julukan dari para pemimpi kebanyakan) sudah dipeluk dan mata yang sedikiiiiittt hampir terbuka banyak telah dipeluk dan ditenangkan dari pemandangan buruknya, dan mereka terlelap mengganti lingkaran impian mereka, sebut saja lingkaran A misalnya; menjadi lingkaran K, atau lingkar E, lingkar Z, dan lingkar apapun asal mereka dapat merasa tetap bangun melingkar dan terengkuh. Dan dalam mimpi barunya yang menyenangkan mereka berteriak-teriak,menyalak menuntut bangun dan mengutuki para perantai. Berilusi hingga lelap sambil menyeret-nyeret rantai di tubuh mereka yang lelah dan terus menariki sekrup system mimpi untuk berputar;seperti kerbau atau kuda wisata yang dibimbing dan……
....dunia mereka sudah begitu membusuk dan terurai belatung kamu akan mengangkat matamu dari mikroskop angkasa dan berpikir,,…mungkin ini hampir tiba saatnya makhluk-makhluk malang yang lelah tanpa mereka mengerti ini benar-benar tertidur karena…ketika mereka yang tidak terpejam telah habis dunia kecil mereka ini akan datang waktunya menjadi debu angkasa….yang mungkin hanya atom terkecil dari jaringan entah apa….
hari ini atmosfir alienasi yang semakin familiar menginvasi lagi. cerita cerita yang sama dibagi tentang kesepian dan kesendirian. Dan kelelahan atas ceria yang dibuat-dibuat. Bulan sabit yang terus berulang dan orang-orang yang mengira mereka satu-satunya yang merasakan hal ini. Ekspansi absinthe yang disebarkan dari tv dan hal-hal yang kau simak setiap hari. :) mimpi yang begitu banyak kau dapat hingga kamu lupa detik ini kamu masih bermimpi.
Selubung gelap sunyi selalu mengundang setiap seluloid untuk memanggil detik-detik usangmu kembali. Ketika kamu setidaknya mengingat semua tidak seperti ini…caramu memandang….
Ada cerita disamping starwars dan cerita-cerita bintang lainnya, di suatu tempat kecil yang kamu bisa lirik di mikroskop angkasa. Satu tempat kecil di angkasa dimana makhluk-makhluknya saling menghipnotis setiap hari. Berbagi pengaruh atas keinginan di dalam untuk hidup lebih hidup dengan berkuasa atas pemimpi yang lain; untuk setidaknya mencicipi rasa sedikit lebih nyata. Tentunya itu kata mereka yang menguasai hipnotis terkuat. Dan tempat ini begitu lucu karena kamu melihat orang-orang yang berjalan dan sibuk setiap harinya sambil terus tertidur, melangkah diatas tanah mereka yang semakin busuk dan bau. Mengutuk dan ada juga yang sibuk menyembah, pada entah apa, dan tentu saja ada juga yang sibuk melakukan keduanya :) dan ada yang berjalan dengan sedikit tersenyum dengan menggiring ratusan yang terbuai rantai ilusi yang ia tanamkan seperti paku, jauh dalam-dalam di otak mereka, jantung mereka, bulir-bulir darah dan oksigen yang menjalankan tubuh mereka,…atau bahkan ada juga yang mencoba merasa nyata dengan memakan yang lainnya. Darah itu begitu manis, mereka merasa ‘ada’. Cinta mereka adalah upaya memiliki yang lainnya,, karena rantai yang menggiring yang lainnya itu juga membuat mereka merasa ada :).
Tempat ini adalah dunia mimpi dimana semua orang sibuk. Dan tentu saja ada yang terbentur entah apa lalu mencoba sebisanya mengangkat kelopak mata mereka walaupun tidak terbiasa, lalu melihat busuk tanah mereka dan terhenyak. Dari jenis ini ada yang mencoba menceritakan pada yang lainnya lalu dianggap sedikit aneh atau bahkan mungkin gila. Ada yang menjadi gila betulan atau mencoba mimpi yang lain sampai mati atau berorganisasi. Mereka ini disebut oleh para pemimpi sebagai kaum pemimpi. Pemimpinya kaum pemimpi. Yang bermimpi bahwa tanah ini tidak nyata, dan berbuat untuk entah apa. Hingga hari ini ada yang berjalan memilih tetap terpejam atau menenggak ludah dan mencoba menikmati hari tanpa menutup mata dan mau tidak mau mencoba membiasakan diri dengan bau busuk tanah mereka dan bangkai orang-orang dan mulai terbiasa membahagiakan diri dengan mata terbuka. Tapi hidup jenis itu secara umum masih dianggap konyol oleh orang-orang dunia mimpi karena mereka seperti mengalienasikan diri. Padahal gedung-gedung bercahaya dunia mimpi yang dibuat para perantai masih bercahaya indah dan nyaman dipijaki,..bodohnya mereka. Tapi tenang saja karena para perantai tentu saja tak kenal lelah mencoba menyelamatkan mereka untuk kembali memejamkan mata mereka dan hangat membuai indah mimpi mereka…
..memeluk ide-ide mereka yang menjadi muak dan marah, dan menggiringnya kembali terlelap sambil sabar membiarkan mereka meneriakkan ide-ide mereka dan mengira mata mereka masih terbuka,,sementara mereka kembali tertidur dan menerima mentah-mentah rantai mereka lagi.
Siang hari begitu membuai hingga gelap datang dan dalam pejaman matanya mereka mulai merasai bau busuk dan merasa sendiri. Tapi tenang karena selalu akan ada cahaya cahaya dan malaikat yang membawa rantai yang mereka hasilkan datang kembali. Membawakan surga kuasa dan rasa penting di setiap karatnya.
Kamu akan terhenyak tersenyum melihat dunia kecil mikroskopis yang menarik ini… oh sistem ilusi mimpi para pemimpi yang begitu lucu…mereka adalah parade pesta tidur yang menarik,. berotasi sama setiap kalanya dengan bahasa-bahasa yang sekedar diganti saja..
Rantai sudah ditebar kembali oleh para pemilik rantai utama yang menggiring paling banyak. Mata yang terpejam akan hampir mustahil untuk melepas rantai itu,ketika sadar keberadaannya saja tidak. :)
Hari ini kumpulan para ‘pemimpinya pemimpi’ (julukan dari para pemimpi kebanyakan) sudah dipeluk dan mata yang sedikiiiiittt hampir terbuka banyak telah dipeluk dan ditenangkan dari pemandangan buruknya, dan mereka terlelap mengganti lingkaran impian mereka, sebut saja lingkaran A misalnya; menjadi lingkaran K, atau lingkar E, lingkar Z, dan lingkar apapun asal mereka dapat merasa tetap bangun melingkar dan terengkuh. Dan dalam mimpi barunya yang menyenangkan mereka berteriak-teriak,menyalak menuntut bangun dan mengutuki para perantai. Berilusi hingga lelap sambil menyeret-nyeret rantai di tubuh mereka yang lelah dan terus menariki sekrup system mimpi untuk berputar;seperti kerbau atau kuda wisata yang dibimbing dan……
....dunia mereka sudah begitu membusuk dan terurai belatung kamu akan mengangkat matamu dari mikroskop angkasa dan berpikir,,…mungkin ini hampir tiba saatnya makhluk-makhluk malang yang lelah tanpa mereka mengerti ini benar-benar tertidur karena…ketika mereka yang tidak terpejam telah habis dunia kecil mereka ini akan datang waktunya menjadi debu angkasa….yang mungkin hanya atom terkecil dari jaringan entah apa….
Senin, 21 April 2008
posibilitas....
"Kemungkinan-kemungkinan hanya dapat terjadi dari perspektif sebuah UTOPIA yang menggunakan konsep-konsep pesimisme dan optimisme dengan Pembenaran Penuh" -Milan Kundera
Selasa, 04 Maret 2008
Whore living...
adalah keengganan untuk terus melacurkan hidup,,---
untuk melacurkan waktu dengan bekerja sbagai budak,,
untuk melacurkan ide kebebasan dengan patuh total tanpa bertanya,,
untuk melacurkan otakmu dengan terus mengkonsumsi gaya hidup,,
..untuk melacurkan hati dengan menerima begitu saja dimiliki oleh pasanganmu atas nama cinta,,.....
...
---yang membuat renyah deras hujan ini menjadi suram.
Di luar jendela hujan rintik deras.
Tangan dingin kebas,
ditemani penyair dalam bis ini yang terus merintih keras,,
....aku digerogoti hati yang jadi keras kering lemas.
Mata panas,,,
perih dingin pedas.
..........................................
untuk melacurkan waktu dengan bekerja sbagai budak,,
untuk melacurkan ide kebebasan dengan patuh total tanpa bertanya,,
untuk melacurkan otakmu dengan terus mengkonsumsi gaya hidup,,
..untuk melacurkan hati dengan menerima begitu saja dimiliki oleh pasanganmu atas nama cinta,,.....
...
---yang membuat renyah deras hujan ini menjadi suram.
Di luar jendela hujan rintik deras.
Tangan dingin kebas,
ditemani penyair dalam bis ini yang terus merintih keras,,
....aku digerogoti hati yang jadi keras kering lemas.
Mata panas,,,
perih dingin pedas.
..........................................
Sabtu, 01 Maret 2008
tyrant
Kebosanan adalah musuh. Dimana ketika ia datang hidup menjadi mati. dan segala semu. alasan-alasan untuk hidup menjadi omong kosong,,yang dipertanyakan dengan sinis yang Lemas.
Untuk mengalahkan kebosanan adalah strategi bertahan hidup;
untuk menghindari godaan simpul tali, monoksida, dan irisan dan genangan darah yang mengalir.
...Tatapan kosong itu.
Bosan adalah saat dimana cinta mati...
Dan hasrat jadi tak lebih dari busuk basa basi.
Untuk mengalahkan kebosanan adalah strategi bertahan hidup;
untuk menghindari godaan simpul tali, monoksida, dan irisan dan genangan darah yang mengalir.
...Tatapan kosong itu.
Bosan adalah saat dimana cinta mati...
Dan hasrat jadi tak lebih dari busuk basa basi.
Langganan:
Postingan (Atom)